Suasana penuh haru dan doa menyelimuti Bandara Kalimarau dalam proses keberangkatan 215 Calon Jamaah Haji Kabupaten Berau Tahun 1447 H/2026 M menuju Embarkasi Balikpapan sebagai tahapan awal perjalanan ibadah menuju Tanah Suci Makkah. Momentum ini menjadi momen istimewa bagi para jamaah, keluarga, serta seluruh pihak yang turut mendukung kelancaran keberangkatan haji tahun ini. Sejak pukul 11.00 WITA, para calon jamaah haji mulai berdatangan ke Bandara Kalimarau usai mengikuti prosesi pelepasan di Masjid Agung Baitul Hikmah Kabupaten Berau. Kedatangan jamaah disambut dan diarahkan oleh petugas guna memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar. Suasana terminal keberangkatan pun dipenuhi rasa haru dari keluarga dan kerabat yang turut mengantarkan serta memanjatkan doa terbaik bagi para jamaah. Meski sempat mengalami keterlambatan jadwal penerbangan (delay), seluruh proses keberangkatan tetap berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh jamaah berhasil diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan berkat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah haji. Semoga seluruh Calon Jamaah Haji Kabupaten Berau Tahun 2026 senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh. ✨🕋
Selasa, 12 Mei 2026, Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Bapak Patah Atabri menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Berau dan Kementerian Agama Kabupaten Berau dalam rangka koordinasi serta persiapan keberangkatan Calon Jemaah Haji Tahun 2026 melalui Bandara Kalimarau. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antar instansi guna memastikan kesiapan pelayanan dan operasional keberangkatan jemaah haji berjalan dengan aman, tertib, nyaman, dan lancar. Dalam kunjungan tersebut, dibahas berbagai aspek penting mulai dari kesiapan fasilitas bandara, alur pelayanan jemaah, pengaturan area keberangkatan, pengamanan, hingga koordinasi teknis antar pihak terkait selama proses keberangkatan berlangsung. Bandara Kalimarau terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh calon jemaah haji dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, sehingga para jemaah dapat memperoleh pelayanan yang optimal sejak keberangkatan menuju tanah suci. Melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pihak bandara, Pemerintah Kabupaten Berau, dan Kementerian Agama Kabupaten Berau, diharapkan pelaksanaan keberangkatan Calon Jemaah Haji Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh jemaah.
Jum’at, 24 April 2026, Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Bapak Patah Atabri, menyambut kedatangan Danpussenarmed TNI AD di Bandara Kalimarau, Berau, dalam rangka pelaksanaan tugas dan kegiatan TNI AD di Kabupaten Berau. Kehadiran ini menjadi wujud komitmen Bandara Kalimarau dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas TNI AD, khususnya dalam aspek kelancaran mobilitas udara, keamanan, dan kesiapan operasional di wilayah. Melalui koordinasi yang solid dan komunikasi yang efektif, Bandara Kalimarau siap mendukung setiap kegiatan TNI AD guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan lancar, aman, dan optimal. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat peran bersama dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Berau.
Kegiatan latihan basah Unit PKP-PK di Bandara Kalimarau dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Airport Emergency Plan (AEP) guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat penerbangan. Latihan ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan secara berkala, minimal satu kali dalam tiga bulan, sebagai upaya menjaga standar keselamatan dan keamanan di lingkungan bandara. Pelaksanaan latihan pada Rabu, 22 April 2026 ini melibatkan seluruh personel PKP-PK dengan skenario penanggulangan keadaan darurat yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Setiap tahapan diuji secara menyeluruh, mulai dari respons awal, koordinasi tim, hingga penanganan insiden kebakaran dan evakuasi, guna meningkatkan keterampilan teknis serta ketepatan prosedur di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel semakin sigap, profesional, dan terkoordinasi dalam menjalankan tugasnya. Komitmen Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui BLU UPBU Kelas I Kalimarau terus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan, sejalan dengan upaya menuju wilayah birokrasi yang bersih dan melayani secara berkelanjutan.
Senin, 30 Maret 2026 Pelaksanaan kegiatan Latihan Table Top yang di pimpin oleh Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat, Bapak Dedi Maulana memuat gambaran umum pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Darurat bersama anggota Komite Keselamatan internal, dilengkapi dengan skenario latihan yang terstruktur dan komprehensif sebagai bahan dokumentasi, evaluasi, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menguji prosedur yang telah ditetapkan, mengidentifikasi potensi kendala di lapangan, serta meningkatkan kesiapan personel dalam merespons berbagai kemungkinan kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan efektivitas penanganan keadaan darurat di lingkungan bandar udara melalui sinergi yang terpadu. Latihan ini melibatkan dan mengundang berbagai pemangku kepentingan terkait, antara lain unsur SAR, BPBD, TNI, Polri, AirNav Indonesia, serta instansi dan stakeholder lainnya yang memiliki peran penting dalam penanggulangan keadaan darurat di bandar udara.
Senin, 30 Maret 2026 Dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Perhubungan KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Komite Keamanan dan Keselamatan di Bandar Udara Kalimarau. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bandara Bapak Patah Atabri ini dihadiri oleh pimpinan instansi terkait, unsur TNI/Polri, Basarnas, perwakilan maskapai penerbangan, dan stakeholder kebandarudaraan. Rapat ini membahas penguatan aspek keprotokoleran keamanan serta kesetaraan pelayanan guna memastikan terciptanya sistem penerbangan yang aman, tertib, dan inklusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keamanan dan kualitas pelayanan di lingkungan bandar udara. Diharapkan melalui sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan, upaya ini mampu memberikan jaminan keamanan serta pelayanan yang adil dan optimal bagi seluruh pengguna jasa penerbangan.
Senin, 30 Maret 2026 Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau melaksanakan Apel Penutupan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 di area Bandara Kalimarau. Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala Bandara Kalimarau, Bapak Patah Atabri, yang secara resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan. Kegiatan apel penutupan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pelayanan Posko Angkutan Lebaran yang telah berlangsung selama periode arus mudik dan arus balik. Selama pelaksanaannya, operasional penerbangan di Bandara Kalimarau berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, tanpa kendala yang berarti. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi dan sinergi yang solid antar seluruh pihak yang terlibat. Selama periode tersebut, berbagai upaya pelayanan telah dioptimalkan, di antaranya peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan, penambahan personel di titik-titik pelayanan, optimalisasi fasilitas terminal, serta penyediaan informasi yang akurat dan responsif kepada para penumpang. Selain itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan operasional juga terus ditingkatkan melalui koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder. Apel penutupan ini dihadiri oleh pimpinan instansi terkait, unsur TNI/Polri, Basarnas, perwakilan maskapai penerbangan, stakeholder kebandarudaraan, serta seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Posko Angkutan Lebaran di Bandara Kalimarau. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bandara Kalimarau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran. Diharapkan, keberhasilan pelaksanaan Posko tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan di masa yang akan datang.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran keselamatan penerbangan serta pencegahan Foreign Object Debris (FOD) di area apron, BLU UPBU Kelas I Kalimarau melaksanakan kegiatan Safety Awareness dan FOD Prevention Campaign yang diwakili oleh Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat, Bapak Dedi Maulana, & Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bapak Agus Haryono serta melibatkan seluruh personel operasional apron bersama perwakilan dari Lion Air Group, AirAsia, Sriwijaya Air, Pertamina serta seluruh stakeholder terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya keselamatan kerja di area apron, mencegah potensi bahaya akibat FOD, serta memperkuat koordinasi antar stakeholder maskapai. Adapun rangkaian kegiatan meliputi safety briefing, inspeksi dan pembersihan FOD, serta sosialisasi prosedur keselamatan kerja. Diharapkan seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif demi terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan bebas FOD.
Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau melaksanakan Apel Pembukaan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 di area Bandara Kalimarau. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Bandara Kalimarau, Bapak Patah Atabri, yang secara resmi membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan instansi terkait, unsur TNI/Polri, Basarnas, perwakilan maskapai penerbangan, stakeholder kebandarudaraan, serta seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Posko Angkutan Lebaran di Bandara Kalimarau. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pembukaan posko ini merupakan bentuk kesiapan dan komitmen seluruh unsur yang terlibat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Periode Angkutan Lebaran merupakan salah satu momen dengan peningkatan mobilitas penumpang yang cukup signifikan, sehingga diperlukan koordinasi dan sinergi yang baik antar instansi guna memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, serta tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi udara. Melalui posko ini, diharapkan seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi, meningkatkan pengawasan operasional, serta memberikan respon yang cepat dan tepat terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama periode angkutan Lebaran.
Tata letak barang bawaan (kabin/tenteng) di ruang tunggu bandara perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan, kenyamanan diri sendiri, serta kenyamanan penumpang lain. Berikut adalah tata letak dan etika barang bawaan di ruang tunggu bandara:1. Lokasi Penyimpanan Utama (Di Bawah Kursi) Tas Kecil & Barang Berharga: Tas punggung kecil, tas tangan, laptop, atau tas kamera sebaiknya diletakkan di lantai, tepat di antara kaki atau di bawah kursi yang Anda duduki.Keuntungan: Memudahkan pengawasan (aman dari pencurian) dan tidak memakan kursi kosong yang dibutuhkan penumpang lain. 2. Koper Kabin (Koper Kabin/Roller Bag) Posisi: Letakkan koper kabin di samping kursi Anda atau di area kosong yang tidak menghalangi jalur jalan (gangway) ruang tunggu.Etika: Jangan meletakkan koper di atas kursi kosong jika ruang tunggu sedang padat.Keamanan: Pastikan koper terlihat jelas oleh Anda. Jangan meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan. 3. Barang Besar/Tas Tambahan Tas Belanja/Barang Tambahan: Jika membawa lebih dari satu tas, kumpulkan menjadi satu unit agar mudah dikendalikan.Posisi: Tempatkan di sudut kursi atau di lantai di antara kaki. 4. Etika dan Keamanan Jangan Menghalangi: Hindari meletakkan barang bawaan di tengah jalan atau di area boarding gate yang dapat menghambat pergerakan penumpang lain.Pemisahan Barang: Simpan barang yang sering digunakan (paspor, boarding pass, ponsel) di tas kecil yang mudah dijangkau.Koneksi Antar Tas: Jika membawa banyak tas, pertimbangkan menggunakan tali pengikat (straps) untuk menyatukan koper agar mudah dikendalikan. Barang berharga dan barang kecil sebaiknya di bawah kursi/di kaki, sedangkan koper kabin di samping kursi dengan posisi tidak menghalangi jalan.